Arus
Terhembus dalam asa, aku mengenang segala masa itu. Aku pernah berharap pada suatu masa, berharap seperti air mengalir di hulu. Harap semua mengalir sempurna, namun hanyalah imaji seorang pemimpi.
Air sekali pun takkan hidup setenang itu. Takkan hanya mengalir di arus tenang bertemankan batu kecil.
Akan ada saat di mana air harus menghadapi batu kokoh yang menghadang kuat arusnya.
Di sini... aku merasa seperti itu. Tubi-tubi problema mulai mendatangi dan memberi hambatan dalam hidup. Aku berusaha tuk renungkan segala, namun sepi yang kurasa. Keheningan dan hantaman menohokku. Ketika tangis tak lagi berguna, hanya keberanian yang kuperlu.
Bukan menjadi air tenang lagi, hidup pun harus seperti tolakan pada batu kokoh. Melawan dan melewatinya, ciptakan arus dahsyat dalam kehidupan.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com