CHAPTER 2
Semilir angin sejuk yang menerpa wajahnya. Membuat kesadaran Boboiboy perlahan-lahan kembali.
Kelopak mata yang berhiaskan bulu mata lentik itu mencoba untuk terbuka. Setelah terbuka manik coklat itu mencoba untuk menganalisa dimana kiranya ia berada.
Boboiboy perlahan-lahan mendudukkan tubuhnya yang amat terasa sakit. Dirinya ingat jika sebelumnya ia terlempar ke sebuah pohon.
Sebelumnya dirinya dibutakan oleh emosinya sendiri. Hingga tanpa sadar melempar jam kuasanya , Boboiboy memperhatikan sekelilingnya dengan tatapan bingung.
Tempat itu sekarang terdapat sebuah lubang yang cukup besar dan pepohonan di sekelilingnya hangus terbakar seolah ada yang sengaja membakar nya.
Belum lagi asap yang masih sedikit tersisa. Boboiboy menghela nafas panjang dirinya mencoba untuk bangkit dari duduknya ketika merasakan rasa sakit di punggung nya hingga membuatnya spontan memekik.
" Ahhhh sakit" ucapnya pelan.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang lengannya dengan lembut. Sukses membuat Boboiboy terkejut hingga menepis tangan tersebut.
" Master"
Mendengar suara itu membuat Boboiboy segera berbalik badan dan terkejut setengah mati ketika ia melihat wajah yang serupa dengan wajahnya.
Tidak wajah itu memang sama dengannya tapi mata itu dan pakainya sangatlah berbeda. Ia memiliki mata coklat muda sedangkan orang dihadapan nya memiliki mata biru safir seperti langit musim panas.
" Taufan" lirih Boboiboy.
Taufan yang mendengar panggilan lirih itu menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat. Bibir tipisnya membentuk senyuman manis.
Sayangnya senyuman itu membuat Boboiboy ketakutan setengah mati. Dirinya beringsut mundur dari Taufan seolah-olah Taufan adalah mahluk yang menakutkan.
Taufan yang melihat Boboiboy mundur seketika melunturkan senyuman nya. Apakah ada yang salah hingga Boboiboy takut padanya.
" Apakah aku begitu menakutkan Master , apakah kau akan mengembalikan ku padanya" batin Taufan ketakutan.
Tidak Taufan tidak mau dikembalikan ke tempat asalnya. Sebelumnya Boboiboy bilang jika dirinya ingin egois untuk memiliki Taufan seutuhnya.
Dan Taufan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena dirinya juga tidak mau berpisah lagi dari Boboiboy seperti saat Retakka mengambilnya secara paksa.
Taufan tidak mau lagi kembali ke tempat asalnya ataupun berpisah dari Boboiboy. Karena dirinya sangat menyayangi nya.
Mungkin kedengarannya Taufan terlihat sangat posesif. Tapi nyatanya Boboiboy lah orang pertama yang menganggapnya sebagai keluarga.
Dan tidak melihatnya cuma sebagai senjata untuk bertarung. Padahal memang Taufan adalah senjata tapi Boboiboy tidak menganggap dirinya seperti itu.
Taufan benar-benar takut jika Boboiboy ingin mengembalikan nya. Tanpa sadar setetes air mata mengalir dari mata biru safir miliknya.
( Aduh ufan oboi juga nggak mau balikin kamu kok😭😭😭).
Boboiboy yang melihat Taufan menangis seketika merasa bersalah. Bukan maksudnya untuk mundur begitu saja.
Tapi dirinya sangat terkejut ketika melihat Elemental nya berdiri di hadapannya. Padahal kata Ochobot mereka hanyalah sebuah kekuatan.
Dan Boboiboy juga merasa bersalah atas apa yang ia lakukan selama ini. Dia memerintahkan mereka tanpa bertanya dulu apakah mereka mau.
Dan lebih parahnya Boboiboy tidak tahu jika mereka selama ini nyata. Dan juga hidup dan mereka juga bernafas.
Jujur saja Boboiboy tidak tahu harus bersikap bagaimana pada mereka. Dan juga mereka pasti mendengar semua apa yang ia katakan selama ini.
Semua keluhannya , dan juga kata-kata kasarnya saat ia gagal dalam misi dirinya selalu menyalahkan mereka.
Boboiboy meremas tangannya dengan gemetar. Bibirnya dirinya gigit untuk menahan suaranya dirinya benar-benar merasa menjadi orang paling buruk di dunia ini.
" Taufan maafkan aku" lirih Boboiboy tercekat.
Degh.
Taufan yang mendengar perkataan itu spontan mengangkat kepalanya. Hatinya terasa diremas saat melihat Masternya merasa bersalah.
Tidak Boboiboy tidak salah ia tidak perlu merasa bersalah. Karena mereka tidak ada pernah bisa menyalahkan nya ataupun menghakimi apa yang ia lakukan.
Karena sebelumnya mereka selalu dianggap sebagai senjata. Dan Boboiboy adalah orang pertama yang menganggap mereka sebagai keluarga jadinya Taufan merasa tercekik ketika melihat Boboiboy menyalahkan dirinya sendiri.
" Tidak Master aku mohon jangan begini" ucap Taufan bergetar.
Dirinya merangkak mendekati Boboiboy. Tidak memperdulikan penampilan nya yang sekarang sangat lah buruk dengan mata merah sehabis menangis dan wajah yang pucat.
Dirinya menggenggam pelan kepalan tangan Boboiboy , agar tidak menakuti Masternya. Karena Boboiboy terlihat sangat ketakutan saat pertama kali melihatnya.
(Ya iyalah takut , gimana nggak takut orang sebelumnya nggak nyata malah jadi nyata 😂😂😂).
Boboiboy tersentak sedikit saat merasakan genggaman lembut itu , dirinya mendongak menatap ke arah Taufan yang juga menatap nya dengan lembut.
" Jangan menyalahkan dirimu sendiri Master , kau tidak salah aku yang salah karena muncul tiba-tiba" ucap Taufan pelan.
Boboiboy yang mendengar perkataan itu seketika tersenyum sedih. Karena setelah apa yang ia katakan Taufan malah tidak menyalahkan nya malah menyuruh nya untuk tidak merasa bersalah.
Boboiboy perlahan-lahan melepaskan pegangan tangan mereka berdua. Dan menghapus air mata Taufan yang tersisa di pipinya.
" Kau dan yang lainnya terlalu baik padaku Taufan" ucap Boboiboy tersenyum sedih.
Baik rasanya Taufan ingin tertawa terbahak-bahak ketika mendengar perkataan itu. Master nya memang sangatlah naif.
Boboiboy tidak tahu bahwa mereka adalah alat yang sangat menakutkan. Mereka hanyalah sebatas kekuatan yang bisa menghancurkannya.
Boboiboy tidak tahu bahwa mereka semua tidak lah sebaik itu. Yang baik adalah Masternya orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri malah memikirkan orang lain.
Taufan tersenyum miris rasanya ia ingin berteriak keras pada Boboiboy dan mengatakan bahwa mereka adalah orang jahat bahwa mereka tidak pantas mendapatkan nya sebagai Master mereka.
" Apakah kau terluka Taufan" tanya Boboiboy tiba-tiba dengan tatapan khawatir.
Taufan mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan tersebut. Karena seharusnya yang terluka kan Boboiboy bukan dirinya tapi kenapa ia malah menanyakan keadaan nya.
" Tadi aku melempar Power Watch dengan kasar apakah kau terluka saat keluar dari sana" ucap Boboiboy menjelaskan saat melihat Taufan bingung dengan pertanyaannya.
" Aku tidak papa Master , tapi bagaimana denganmu apakah kau terluka" tanya Taufan yang spontan khawatir.
Boboiboy mengerutkan keningnya saat mendengar panggilan Taufan. Dirinya tidak suka dipanggil Master seolah-olah dirinya lebih tinggi daripada Taufan dan para Elemental nya .
" Punggung ku sedikit sakit , dan tolong berhenti memanggilku Master Taufan itu terdengar sangat formal" jawab dan pinta Boboiboy.
" Aku tidak bisa melakukan hal itu karena sekarang kau adalah pemilik kami" jawab Taufan pelan.
Boboiboy ingin membatah ucapan itu. Karena menurutnya hal itu tidaklah benar karena Boboiboy sendiri sendiri tidak mau dianggap sebagai Master seperti Retakka , sebelum ia bisa membuka mulutnya suara lain menginterupsi mereka berdua.
" Kami juga tidak bisa melakukan hal itu Master Boboiboy"
Boboiboy tersentak ketika mendengar suara itu. Dirinya kemudian menoleh dan melihat , Halilintar , Gempa , Blaze , Ice , Duri dan Solar berdiri di hadapannya.
TBC...
Mohon maaf sekedar mengingatkan jika ini hanya fiksi .
Huft baru aja ketemu Taufan udah galau si Boboiboy. Apalagi sama yang lainya ya...
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com