PROLOG
Setelah kekalahan insiden yang membuat stasiun Tapops hancur karena ulah Retakka akhirnya Boboiboy berserta teman temannya bisa beristirahat sejenak.
Walaupun mereka sedikit terluka tapi agaknya mereka bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam pertarungan dengan Retakka.
Remaja tampan yang selalu memakai topi Dino itu terlihat sedang duduk di atas sebuah batu sambil memperhatikan matahari yang hampir tenggelam.
Entah apa yang dipikirkannya hingga manik coklatnya tidak lepas dari langit hingga ia tidak menyadari kalau para sahabatnya sedang mendekatinya.
" Boboiboy apakah kau baik baik saja" tanya Yaya pelan.
Sukses membuat remaja itu tersentak dan segera berbalik badan untuk melihat teman temannya sedang memperhatikannya dengan tatapan khawatir.
Boboiboy menampilkan senyuman lembut agar mereka tidak perlu khawatir. Walaupun sebenarnya memang ada yang sedang dipikirkannya.
" Aku tidak papa Yaya dan maaf aku tidak tahu kalau kalian kesini" jawab Boboiboy.
" Hah kami mengerti kalau kau sedang ada masalah dan tidak mau bicara pada kami , tapi jangan lupa Boboiboy kami ini sahabat mu dan juga keluarga mu jadi jangan berpikir jika kau membebani kami dengan masalahmu" ucap Fang panjang lebar.
Alasan alien berambut ungu itu mengatakan nya karena Fang tahu sahabat nya itu selalu menyimpan masalahnya seorang diri dengan alasan tidak mau merepotkan mereka.
Padahal mereka semua tidak keberatan jika Boboiboy mau membagi masalahnya dengan mereka daripada mereka merasa khawatir dan harus menebak-nebak sendiri.
" Benar Boboiboy kita ini tim jadi jangan merasa sungkan ataupun tidak enak" tambah Ying menyemangati.
" Dan jangan lupa kalau kami selalu siap siaga jika kau ingin bicara" ucap Gopal dengan senyuman .
Boboiboy yang mendengar perkataan itu merasa terharu. Tapi memang masalahnya saat ini tidak bisa ia bicarakan dengan teman-teman nya apalagi ini sedikit membuat bingung.
" Terimakasih teman-teman tapi aku benar-benar baik baik saja aku hanya perlu waktu sendiri" balas Boboiboy lembut.
" Baiklah kalau itu maumu tapi jangan lama-lama Tok Aba sudah menunggu mu nanti dia jadi khawatir " ucap Yaya pada akhirnya karena tidak mau memaksa Boboiboy untuk bicara.
Mereka berempat akhirnya mau meninggalkan Boboiboy sendirian walaupun dengan perasaan risau yang tidak hilang.
Sedangkan Boboiboy kembali memandang ke arah langit dengan tatapan sendu. Seketika matanya berkaca-kaca siap menumpahkan liquid beningnya.
Dirinya memandang jam kuasanya dengan sedih . Nafasnya terasa sesak seolah ada batu yang menghimpit dadanya.
" Maaf lagi-lagi aku gagal melakukan tugas ku hingga membuat kalian jadi korban" lirihnya tercekat dengan Isak tangis yang tertahan.
Dirinya memandang jam tangan nya dengan nanar seolah-olah para elementalnya bisa mendengar permohonan maafnya
Setetes air mata nya jatuh tepat di atas kaca Power Watch nya . Tanpa Boboiboy sadari jam kuasanya berkedip dengan tujuh cahaya samar.
Di dalam Power Watch nya terlihat tujuh cahaya yang berbeda-beda warna namun berkilau dengan lembut.
Terlihat sosok remaja tampan dengan wajah yang sama dengan Boboiboy namun memiliki mata Ruby Semerah darah dengan tatapan tajam dan dingin.
Dirinya memandang ke arah Master nya atau pemiliknya yang berharga Boboiboy dengan tatapan mata yang dingin walaupun tersirat kekhawatiran.
" Ini bukan salahmu Master tapi kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri" lirih Voltra .
Rambut merahnya berkibar lembut tertiup angin dingin yang berhembus lirih karena perasaan pemiliknya yang sedang sedih saat ini.
" Dia kembali menyalahkan dirinya seperti dulu" ucap Cristal yang berdiri di samping Voltra.
" Padahal kita hanya sebuah kekuatan tapi kenapa dia menganggap kita begitu berharga " tanya Beliung pelan entah pada siapa.
Pertanyaan yang tidak pernah mereka dapatkan jawabannya. Karena nyatanya pertanyaan tersebut tidak mampu mereka ucapkan.
" Padahal dia sudah berjuang untuk mendapatkan kita kembali tapi tetap saja dia merasa bersalah atas apa yang kita alami " ucap Nova lirih mata Oren nya memandang sendu pemilik nya yang terus menerus mengucapkan kata maaf.
" Padahal bukan dia yang salah tapi dia selalu mengatakan bahwa ini adalah salahnya karena tidak cukup kuat untuk melindungi kita " Blizzard membiarkan angin dingin itu menerpa wajahnya .
" Master kenapa kau begitu peduli pada kami" lirih Rimba yang tidak tahan melihat kesedihan Boboiboy.
" Kami hanyalah sebuah alat Master , tolong berhenti menyalahkan dirimu sendiri" Gamma benar-benar tidak mengerti kenapa pemilik barunya begitu menghargai mereka yang cuma sebatas kekuatan.
Mereka bertujuh tidak mampu menemukan jawaban atas apa yang mereka pikirkan, dan mereka hanya mampu memandang sendu pemilik mereka yang berharga terus menangis untuk mereka.
Boboiboy yang sudah kelelahan menangis akhirnya kembali ke dalam tenda tanpa diketahui oleh yang lainnya.
Karena jujur dirinya tidak mampu menceritakan apapun saat ini. Remaja tampan itu membaringkan tubuhnya di atas kasur serta mendekap erat jam kuasanya.
Berharap bahwa tidak ada lagi yang akan menyakiti teman temannya serta keluarganya.
TBC...
Lanjut nggak nih .
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com