s e v e n
Mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama Gavin, Avril merasa bahwa dia tidak pernah seberuntung ini dalam hidupnya. Ia bahkan masih tak percaya bahwa hari ini benar-benar tiba, Gavin, cowok pujaannya, memang mengajaknya pergi bersama.
Sepanjang menghabiskan waktu dengan Gavin, Avril tak dapat menghapus senyum dari wajahnya. Cewek itu bahkan merasa bahwa dirinya telah mabuk perasaan senang yang melatup-latup dalam dirinya tanpa henti. Bahkan, untuk pertama kalinya, Avril tak dapat fokus dengan film yang tengah ia tonton akibat eksistensi Gavin di samping kanannya.
"Makasih ya, Kak," kata Avril setelah sepeda motor yang Gavin kendarai berhenti tepat di depan rumah Avril dan cewek itu bergegas berdiri.
Gavin mengangguk. "Aku yang harusnya makasih."
"Hari ini aku seneng banget!"
"Aku juga," kata Gavin sembari menarik sudut-sudut bibirnya untuk membuat sebuah senyuman yang sangat manis, "kalau gitu, kamu masuk sana, udah malem lho."
"Oke, nanti kalau Kakak sampai rumah kasih tahu ya."
Gavin mengangguk. Puas dengan jawaban cowok yang ia sukai itu, Avril lantas memutar tubuhnya dan melangkah masuk ke rumahnya, masih dengan senyuman lebar yang rasa-rasanya enggan menghilang dari wajah Avril.
[-][-][-]
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com