t e n
"Menurut lo ... gue ini kayak gimana sih?" tanya Avril pada Cindy di sela-sela kegiatan menunggu pesanan makanan mereka datang.
Kini, dua cewek yang masih memakai seragam SMA itu tengah berada di salah satu restoran masakan Jepang. Ini jelas-jelas bukanlah agenda keduanya hari ini, namun Avril memaksa Cindy untuk menemaninya pergi makan sepulang sekolah, Cindy yang memang merupakan pecinta segala macam hal yang berkaitan dengan Jepang, ketika mendengar Avril akan mentraktirnya makanan Jepang tanpa berpikir panjang segera mengiyakan ajakan temannya itu.
"Ha?" adalah respon yang diberikan Cindy.
"Gue itu orangnya kayak gimana?"
"Ngapain nanya?"
Avril berdebat dalam hati mengenai apa ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Cindy atau tidak. Ia pada akhirnya memilih opsi pertama. "Cewek-cewek pada gosipin gue."
"Dan lo dengerin mereka gosipin lo?"
Avril mengangkat kedua bahunya. "Gue penasaran."
"Makanya jangan penasaran. Nggak usah lha dengerin omongan orang lain, ini tuh hidup lo, bukan hidupnya mereka."
"Gue tahu tapi...."
Cindy menaruh tangannya pada pundak temannya. "Nggak usah dipikirin, oke? Bagi gue lo itu baik, agak nyebelin terutama kalau lo lagi cerita soal Gavin panjang kali lebar kali tinggi, but you're a good girl and I happy to know you," kata Cindy dengan senyuman tulus yang baru pertama kali ini Avril lihat.
Melihat semua itu, Avril akhirnya ikut tersenyum. Cindy memang orang yang cuek, namun siapa sangka dia ternyata mampu menenangkan Avril dengan mudah.
[-][-][-]
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com