t h r e e
"Woohooo!!!" teriakan terdengar saling -sahutan, mendengarnya semuanya mengakibatkan senyum di wajah Avril semakin melebar.
Hari ini adalah hari di mana pentas seni diadakan. Di pentas seni ini, Avril dan beberapa teman serta kakak kelasnya dipercaya untuk menampilkan pertunjukan modern dance sebagai perwakilan ekstrakulikulernya. Pentas seni yang tadinya begitu membosankan seketika menjadi ramai saat Avril dan teman-temannya yang lain memasuki area yang sudah disediakan untuk mereka melakukan pertunjukan.
Alunan musik yang enerjik terdengar mengiringi tiap gerakan yang Avril buat. Cewek itu melenggak-lenggokan tiap badannya, matanya memandang lurus ke depan, dan senyuman tak pernah lepas dari wajahnya.
Inilah yang dia inginkan. Sebuah atensi dari banyak orang atas tarian yang ia suguhkan. Avril merasa bahwa dia sudah selangkah lebih dekat dalam menggapai kehidupan SMA menyenangkan.
Sesaat setelah musik selesai dan Avril serta teman-temannya membuat pose terakhir, mereka semua berkumpul, saling berpegangan tangan dan menundukkan kepala sebagai ucapan terima kasih kemudian pergi ke belakang panggung.
"Good job, guys!" ujar Franda, salah satu pembimbing ekstrakulikuler modern dance, sembari menawakan sebuah senyuman lebar. Wanita berumur seperempat abad itu memandang semua anak didiknya, pandangannya kemudian terhenti tepat pada sosok Avril yang tengah meneguk sebotol air putih. "Terutama kamu, Avril."
"Aku?" Avril bertanya setelah ia menyelesaikan minumnya.
"Ya, kamu, kamu bagus banget narinya tadi."
Mendengar kalimat itu, senyuman Avril melebar. "Makasih, Coach."
Sepanjang pentas seni itu Avril tersenyum lebar. Bagaimana tidak, pembimbingnya mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik dari anggota lainnya. Itu adalah hal luar biasa.
Tidak ada yang dapat menghapus senyum Avril malam itu. Tidak ada. Setidaknya sampai cewek itu mendengar sesuatu.
[-][-][-]
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com