.
Aku terdiam dalam detik
Pikiranku melayang bersama panik
Dadaku linu, dicekam semu
Mataku menerawang jauh, mencarimu...
Aku takut pada masa
Dia diam tapi menelan segala bahagia
Aku takut padamu
Yang selaku mencumbuku dalam bayang bahagia
Aku menunggumu dalam beku
Aku menunggumu dalam nyata abadi
Bukan temporer seperti waktu
Bukan semu layaknya saat ini
Aku berbisik pada detik, memohon jeda untuk lebih lama merengkuhmu
Saat ia menatapku dan mengingatkan bahwa ia lah sang pemusnah
Jarak bahkan bukan tandingan
Saat waktu menjanjikan sebuah pertemuan dengan akhir selalu menyedihkan
Ya ... itu kematian.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com