Prolog
Kim Doyoung berjalan menuju kamar asramanya lengkap dengan snelli yang sengaja ia tanggalkan di tangan, sesekali tersenyum ketika berpapasan dengan mahasiswa lain yang kebetulan tinggal satu lantai dengannya.
Setelah hampir empat puluh delapan jam penuh berada di rumah sakit, ia diperbolehkan pulang untuk melepas lelah, jelas ia hampir meloncat kegirangan ketika Dokter pembimbing berkata demikian, walau isi hatinya berkata bahwa semua tidak ada gunanya, karena Kim Doyoung tidak butuh istirahat.
Kamar asrama adalah tempat lain baginya untuk belajar, tidak heran ia berhasil lulus kedokteran saat usianya baru menginjak dua puluh tahun, menjadi mahasiswa koas paling muda di antara teman satu angkatan.
Langkahnya santai, tidak terburu-buru, ia juga baru menenggak asupan energi sebagai stok untuk beberapa hari, kakaknya yang baik hati mengantarkan makan siangnya langsung ke rumah sakit tepat sebelum dia pergi menuju asrama.
Cukup bahagia karena akhirnya dapat bernapas lega, tapi kakinya mendadak berhenti di depan pintu kamar, seingatnya pintu itu terkunci dua hari lalu, apa ada pencuri di asrama pada pukul enam sore?
Jawabannya ia dapat begitu dirinya masuk ke dalam kamar, satu kasur yang biasanya kosong kini terisi dengan begitu banyak barang, Netra gelapnya menangkap pemilik dari semua benda yang mengotori kamar asrama,
Manusia dengan rambut setengah panjang, tunggu... ia laki-laki kan?
"Hai, gue So Junghwan." Seolah dapat mendengar isi hatinya, pemuda tinggi itu mengulurkan tangan ke depan, cara memperkenalkan diri manusia kebanyakan.
"Kim Doyoung, kan? Gue baru keterima kerja di rumah sakit dan mereka bilang ini kamar satu-satunya yang tersedia, calon dokter gapapa kan kalau harus satu kamar sama perawat?"
Tidak apa-apa, sungguh, Doyoung tidak masalah. Ia juga sering bergaul dengan manusia, di rumah sakit pun ia terus berhubungan dengan manusia.
Tapi entah kenapa ada bau aneh yang keluar dari manusia di depannya, bau yang menusuk, tapi tidak sampai membuat perut Doyoung mual, ingatkan ia untuk bertanya pada kakaknya nanti.
Junghwan hampir menarik tangannya lagi sampai tiba-tiba Doyoung menyambut ulurannya, ia berani sumpah kalau bukan karena pipi Doyoung yang merona, dirinya pasti akan membawa laki-laki itu untuk berlari ke rumah sakit sekarang juga. Kulitnya sedingin es!
"Kim Doyoung." Balas Doyoung cepat, secepat ia menarik tangannya dari jabatan tangan Junghwan. "Sorry I can't help you with all of this, I gotta go."
Junghwan bahkan belum sempat menjawab tapi Doyoung sudah berlari keluar dari ruangan, snelli nya bahkan terjatuh di depan pintu. Sebagai teman sekamar yang baik, Junghwan memungutnya lalu meletakan jas putih itu ke atas kasur milik Doyoung.
"Sial sial sial." Umpat Doyoung sembari berjalan keluar dari asrama, entah siapa yang harus ia hampiri terlebih dulu saat ini, pemilik asrama sialan yang padahal sudah diberi jutaan won oleh keluarganya agar tidak memberinya teman sekamar, atau justru kakaknya karena Doyoung penasaran setengah mati, bau macam apa yang keluar dari tubuh Junghwan.
Tapi langkahnya lagi-lagi berhenti begitu menyadari bahwa jasnya jatuh entah di mana, ia menepuk keningnya dengan keras, kantung darah kosong bekas pemberian kakaknya masih ada di sana!

Kim Doyoung, 21 years old, co-ass.

So Junghwan, 21 years old, nurse.
...
yaa.. gitu... kayaknya ini bakal mirip petrikor yang banyak skinship, dan karena doyoung bukan manusia... jadi pasti bakal ada sedihnya lah ya. hmmm apalagi ya, minta maaf di atas materai karena belum bisa lanjut saturasi, tolong salahin hwanbby yang muter muter terus di otakku.
chapter satu besok yaaaa hehe. btw udah ketebak kan doyoung nih jenisnya apa?
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com