Is it really practice time?
"Yak! Latihan cukup sampai disini. Kalian boleh istirahat 15 menit." Ujar sang pelatih tampan dan nyentrik sembari menepuk tangannya dua kali. Sebut saja Giovan Xander Amadeo, si pelatih dengan ketampanannya yang siapa saja melihatnya dari perempuan maupun laki-laki pun akan langsung meleleh.
Termasuk anggota Go-Block. Namun terkecuali anggota Aegea. Semenjak.. sense mereka yang cukup unik.
Kali ini Giovan melatih para anggota Go-Block yang baru saja beranggotakan hanya Patrick dan Zach. Maklum, boyband ini baru saja dibentuk. Patrick yang sebagai Main Vocalist dan Patrick sebagai Rapper dan Dancernya.
"Patrick-kun~ kau kesini sebentar boleh? Zach boleh beristirahat terlebih dahulu." Dengan suruhan Giovan, sang pemuda asia berkacamata itu menuruti perkataan sang pelatih dan berjalan kearahnya.
Setelah menghampiri Giovan, Patrick dengan senyum ramah nan alim eyochnya bertanya, "Ya, Pak Gio. Ada apa ya?"
''''''''''''''''''''''Pak Gio'''''''''''''''''''''''''
Giovan berdehem pelan, "Patrick, tampaknya kau tidak ahli dalam berdansa, benar?"
Patrick mengangguk dengan anggunnya.
"Sejauh yang saya lihat, badanmu cukup kaku. Apalagi jika melakukan popping, kamu malah tidak bisa sama sekali." Giovan berhenti sejenak, lalu menambahkan, "Apalagi sexy dance."
"Yah.. saya malu melakukan gerakan luwes seperti itu, rasanya seperti bukan saya." Patrick akhirnya berbicara, namun malah membuat wajah Giovan menjadi berubah.
Berubah menjadi lebih membara.
Ya. Giovan memegang pundak Patrick dengan lembut, "Perubahan itu ada baiknya nak. Apalagi ini karir untuk masa depanmu." Giovan tatap dramatis kepada Patrick. Patrick yang terbawa suasana pun akhirnya tersepona.
"Pak Gio....."
"Patrick......"
"Pak Gio....."
"Patrick......"
"Pak Gio....."
"Patrick......"
"Pak Gio....."
"Patrick......"
"Woi. Lu pada mau ngehomo jangan disini ya."
'Krauk krauk krauk'
Terdengar suara seseorang yang kayak bebek tapi agak berat dari pojokan. Kedua manusia berkelamin laki-laki menoleh kearah pojokan dimana mahluk se spesiesny juga laki-laki. Orang itu yang memiliki badan yang mungil, tengah memakan Leo Kripik Kentang Asli.
Tentu saja orang itu adaah Sekretaris Pandora jadi-jadian, Ao.
"Apaan sih lu?! homo kok ngatain homo?" Patrick yang memang darisananya 'ANTI BELOK' langsung menentang pernyataan dari si sekretaris. Sedangkan Zach menghampiri Ao, namun ia bersender di pintu, "oh jadi Sekretaris cebol kita homo?" Tanya Zach setengah tidak percaya.
"Iya dong Ao homo. Makanya Ao gamau ada adegan homo disini, kan Ao ngiri gabisa ikut homoan." Muka Ao menjadi sok imut. Siapapun yang melihat termasuk Giovan akan langsung muntah pelangi. Namun jika Giovan, ia malah mendatangi Ao dan tatap dramatis.
"Kamu mau homoan sama aku?" Giovan memojokki Ao dan memasang tampang menggoda. Tentu saja, wajah Ao memerah malu malu kucing minta diinjek.
"E-eh... Nanti aja ya? Pak Gio jangan napsuan dulu." Ao menyengir lebar.
Pada kenyataanya, Ao-lah yang napsuan.
"Ah kamu kecil. Saya pamit dulu deh~" Gio mengedipkan sebelah matanya lalu langsung pergi dari ruang tari.
Zach memakan burgernya dalam satu suap, lalu meminum air mineralnya sampai setengah botol, "Sini Pat, lo badannya kaku kan?"
Patrick yang sedang merenggangkan badan akhirnya menoleh kearah Zach, "Eh iya, kenapa mangnya?"
"Mau gue bantu gak?"
Mendengar tawaran emas itu, wajah Patrick langsung segar kembali, "Mau dong sob. Kapan?"
"Sekarang dong, ayo sini." Zach melangkahkan kakinya ke tengah ruang tari, diikuti dengan Ao yang entah ngapain disana.
"Lo ngapain disini, hom?" Zach menoleh kearah Ao.
"Mau liatin." Senyum unyu nan menjijikan. Hah biasalah si Ao
Patrick membuka bajunya yang mulai basah kemudian memamerkan badannya yang yah...
Perutnya buncit.
Zach dan Ao melihat badan Patrick yang jelas bukan idaman para laki-laki maupun perempuan, "HIH ITU BADAN APAAN PAT."
"BUNCIT." Nah kerjaan Zach demi apapun.
"BERISIK LO NYET." Patrick si pemilik badan tak idaman ikutan nyolot juga.
"HEH BADAN GUE LEBIH BAGUS DARI LO." Zach akhirnya buka bajunya dan menunjukkan badannya yang sixpacks abis.
Bedeh, Ao yang melihat langsung ngiler. Patrick pun juga. Namun Patrick menahan rasa itu. Er ya.
Ao akhirnya ikut buka baju, "NEH PUNYA AO PALING BAGUS."
Pas dibuka, ternyata badannya kayak badan bocah. Yah.
Akhirnya, Zach dan Patrick melempar Ao keluar dari ruang tari karena ia telah mengganggu suasana.
Ketika Ao dilempar keluar, lewatlah Vaan Valarie, si CEO Pandora yang AKHIRNYA nongol juga.
Vaan melihat Ao dengan heran, "..Lu ngapain disini, gak pake baju pula."
"Err... Ao lagi.."
Dan didalam ruang tari, suasana sudah rusuh tak karuan.
Ao segera melirik Vaan dengan wajah was was, "Silahkan melihat kedalam."
Dahinya berkerut, Vaan merasakan hal yang tidak beres. Ketika pintu dibukakan, ditemukanlah dua manusia yakni Pat dan Zach tengah asik saling memamerkan kemampuannya.
Mulai dari berteriak, menari, homoan, pole dance, dan lain-lain.
Sampai membuat satu ruangan menjadi babak belur.
Tentu saja, CEO Pandora yang melihatnya langsung membuka mulut lebar-lebar.
"Apa-apaan kalian ini? Kenapa ruangan ini menjadi kacau?
Lalu baju kalian mana?" Vaan bertanya, menatap Kedua anggota Go-Block dengan tatapan agak tajam.
Namun si CEO salah fokus ke perut buncit Patrick. Si singer yang sadar akan hal itu segera melihat ke perut buncitnya dan memencet-mencetnya, sedangkan si dancer angkat bicara.
"Kami pamer badan."
".............." Dan itu membuat Vaan terdiam, kemudian tepuk jidat. Wajah tampannya hampir dibuat head wall oleh Vaan.
Dan pada saat itu juga, Giovan masuk ke ruang tari dengan wajah be liek: "Oh-My-Father-Of-Eros" ditambah dengan wajah shock yang tentu mengurangi ketampanannya.
".........."
"........."
".........."
"....Aduh kalian~ saya rasa hari ini sampai disini saja latihannya." Giovan akhirnya berbicara, menunjukkan tampang senyum dan agak poker face, "Kalian tolong dengan sangat membersihkan ruang tari sampai kinclong tanpa ada debu atau bakteri sedikitpun. Setelah itu kaliaaaann~~
kayang sambil jalan keliling lantai ini dengan penampilan seperti itu~"
Wah, sungguh hukuman yang lumayan wow. Namun sebetulnya.. itu seperti 'makanan' sehari-hari duo Go-Block karena kelakuan mereka yang rada-rada.
Dengan pasrah, mereka berdua berseru, "A-AYE ROGER!!!!"
Dan mereka berdua segera membereskan dan membersihkan ruang tari. Sebut saja istilahnya.. 'Go-Block bekerja bakti.'
Eh keinget SD.
Vaan yang berdiri mengamati mereka berdua menghela napas. Sedangkan Ao sudah keluyuran gatau kemana. Giovan yang menguap akhirnya menghampiri Vaan.
"Vaan."
"Ya?"
"Tampaknya, kau perlu menambahkan anggota Go-Block secepatnya."
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com