Chào các bạn! Truyen4U chính thức đã quay trở lại rồi đây!^^. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền Truyen4U.Com này nhé! Mãi yêu... ♥

14


Aku menghubungi manajer One Direction dan memberitahu segala macam yang telah terjadi. Kuharap mereka membantuku. Tetapi mereka malah menyuruhku untuk menelepon polisi. Aku memperkirakan jika aku menelepon polisi, ayah akan disuruh terjun dan kemungkinan kecil ia akan selamat, itu pun apabila mukjizat benar adanya.


"Begini saja, kita akan coba hubungi polisi dan meminta bantuan mereka. Kau jangan gegabah dulu dan mengadakan pers. Itu akan membuat agen sulit, Harry. Mengertilah keadaan kami," ucapnya. Mereka bercanda kan? Mereka ingin aku mengerti keadaan mereka namun tak bisa mengerti keadaanku? Oh c'mon!


"Kalian sinting? Pantas saja Zayn bermaksud untuk keluar dari band semenjak memiliki kontrak dengan kalian! Kau menyuruhku untuk tidak menyulitkan keadaan agen sementara kau tidak memikirkan betapa sulitnya keadaanku saat ini? Stop fucking around! Kami bisa menyanyi tanpa agen," ujarku panjang lebar dan memutus sambungan teleponnya.


Agenku sama sekali tidak membantu. Aku butuh seseorang untuk membantuku, karena aku sudah tak bisa menolong diriku sendiri. Aku sungguh frustrasi.


Seseorang menepuk pundakku dan membawaku duduk, memberiku secangkir teh hangat manis.


"Thanks," ucapku seadanya pada seorang wanita yang tadi sempatku tanyai itu.


"Begini tuan, kami akan meminta bantuan polisi agar mereka kehabisan bakar. dan mungkin bekerja sama dengan beberapa negara agar mereka tak bisa mendarat dan jatuh-"


"Kau akan membiarkan mertuaku jatuh?!" sentakku galak pada wanita tersebut. Dasar bodoh!


"Tentu saja kami tidak akan membiarkannya jatuh di daratan. Kami akan mencoba menggiring mereka ke laut dan akan lebih mudah bagi mereka jika jatuh di laut. Kami pastikan kami sudah menyiapkan tim penyelamat. Mereka tidak akan terikat seat belt dan mereka tidak mungkin terseret ke dalam laut," jelas wanita yang baru saja kukatai bodoh tadi. Ia tersenyum. Ternyata ia sungguh cerdik.


Pun aku mengangguk dan berterima kasih sekali lagi.


Dan kami pun melakukan rencana tersebut. Meski aku tetap mempersiapkan untuk pers petang ini. Untuk jaga - jaga andai kata rencana tersebut tidak berhasil.


***


Kudengar pesawat tersebut kini berada di sekitar Prancis. Pesawat itu di kepung oleh tim penjaga udara di sana. Menggiring mereka ke laut. Namun, tragisnya satu persatu penumpang di dalam pesawat komersial tersebut diterjunkan dengan keadaan tak bernyawa. Mereka benar - benar keterlaluan karena telah melakukan hal semacam ini.


Jika benar Jake dalang dari kegiatan ini, aku bersumpah akan menembaknya mati bahkan jika perlu di depan Anna.


"Sudah dapat informasi lagi tentang mereka?" tanyaku pada seseorang yang mengintai sinyal dari pesawat tersebut.


"Mereka belum menyerah. Sepertinya mereka pun memiliki rencana lain jika dilihat dari pergerakannya," jelas si petugas pengintai tersebut. Aku mengangguk.


Ini sudah hampir pukul tiga dan semua sudah siap untuk melakukan konferensi pers online, meski agenku tetap menolak memberiku izin atas pers ini. Hey, ini hidupku dan aku tak peduli bahkan ketika mereka orang yang mengatur karierku sekalipun.


Sejam berlalu tanpa tanda-tanda permainan sialan ini berakhir. Mereka masih mengudara dengan melemparkan beberapa orang yang masih hidup. Dengan granat yang telah dibuka kuncinya, dan mereka meledak di udara. Cara yang di lalukan si pembajak ini sangat lah sadis sehingga menuntutku untuk melakukan sesuatu yang bijak yaitu, keluar dari One Direction.


"3.. 2.. 1.." ucap seorang kru. Mereka akan segera menyiarkan konferensi pers paling menggemparkan. Bagaimana Harry Styles keluar dari bandnya secara tiba - tiba.


"Selamat sore kuucapkan dari bandar udara Lichfield. I'm Harry Styles and have something to conference today. Aku bersumpah ini tidak ditujukan untuk masyarakat dunia melainkan hanya untuk kau sekelompok bandit yang membajak pesawat komersial British Airlines. Akanku pertegas bahwa aku tidak akan meninggalkan bandku dengan alasan apa pun dan aku tidak akan memindah-tangan anakku, apalagi pada orang tidak dikenal seperti kalian. Sekarang mendaratlah di Paris. Aku akan bayar dua kali lipat dari harga yang Jake berikan. Katakan juga pada Jake agar bersaing secara sehat dan tidak menggunakan hal - hal bodoh seperti ini," ucapku lalu mengangkat tangan dan berdiri. Menandakan damai dan ditutupnya pers tersebut. Aku segera digiring pergi dan kamera pun dimatikan.


Seluruh agen yang hadir menganga melihat pernyataanku dan beberapa langsung menyambarku dengan pelukan. mereka terharu. Sejujurnya aku menyesal mengatakan bahwa aku tidak akan meninggalkan band dengan alasan apa pun. Harusnya aku berkata bahwa aku keluar dan ingin ayah dibawa segera kembali ke London. Dasar bodoh!


Aku kembali memeluk Darcy. Ia lah yang menjadi penenangku pada saat-saat seperti. Aku menangis. Meski, Darcy tidak tahu apa yang menyebabkan aku begini ia memelukku balik dengan tangan - tangan mungilnya.


"Tuan Styles, maaf menginterupsi. Baru saja mereka menerjunkan beberapa korban terakhir dengan keadaan mengenaskan namun kami tidak mendapatkan ayah anda," ujar salah satu petugas dari maskapai tersebut.


"Bagaimana bisa? Kalian bilang beberapa korban terakhir? Itu artinya ayahku adalah korban terakhir dan mungkin ia akan disiksa sebelum dibunuh! Aku akan membayar siapa pun jika dapat membawanya dengan selamat aku janji," ucapku dengan cemas tanpa berpikir lagi. Apa pun akan kulakukan demi menyelamatkan ayah.


Bisa kurasakan air wajahnya menegang karena aku baru saja melontarkan ketidakpuasanku dengan putus asa. "Ba- baik. Kami akan berusaha bernegosiasi dengan mereka, sementara itu anda diminta oleh manajer band anda untuk menemuinya." Ia kemudian memersilakan aku untuk berjalan di depannya sementara ada beberapa orang bersenjata mengawal kami.


"Harry! Ke mana saja kau?!" tanya manajer band ketika aku menghampirinya. Ia terlihat cemas.


Aku tersenyum sambil menggendong anakku, "sendirian bersama anakku."


"Kau tahu? Anna sadarkan diri. Yah, ia belum se-"


"ANNA SADAR?" tanyaku memotong perkataannya yang belum selesai.


Ia memutar bola matanya, "aku belum selesai. Ia belum sadar sepenuhnya, tapi menurut telepon Gemma baru saja jari-jarinya bergerak. Kemajuan yang pesat."


Aku menarik napas, tentu saja itu sebuah kemajuan yang ingin aku dengar. Anna sadar dan Darcy bisa bersama dengan ibunya lagi. Tetapi, dengan kondisi yang seperti ini aku merasa bahwa lebih baik Anna terjaga dalam tidurnya sebab aku membuat ayahnya dalam bahaya.


"Kenapa? Kau tidak mau pergi menjenguknya? Saranku-"


"Tidak. Aku akan di sini sampai berhasil menyelamatkan ayahnya. Tolong antarkan Darcy dan pengasuhnya kepada Gemma, juga beri tahu ia akan mengurus anakku dalam beberapa waktu," ucapku meninggalkan pesan lalu pergi meninggalkan mereka yang terus memanggil namaku.


***

-Author's note-

Hi! I'm back!

Selamat datang kembali di Amensia :D

Terima kasih untuk kalian yang udah nunggu lebih dari dua tahun!

Semoga kelanjutan cerita ini tidak mengecewakan :')


Regards, RBF 


[Updated June 18th 2017] 

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com

Tags: