Chào các bạn! Truyen4U chính thức đã quay trở lại rồi đây!^^. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền Truyen4U.Com này nhé! Mãi yêu... ♥

#17

Wanita dengan rambut tergerai melebihi bahu dan kemeja longgar garis-garis membuka pintuk kamar Afika. "Ini, rapot kamu."

"Iya, taro di meja dulu aja." Afika belum bergerak dari kasur dan bantal-bantal yang ia peluk semua.

Sinta duduk di ujung kasur anaknya, memerhatikan anak perempuan itu baik-baik. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Karena baru saja tadi di sekolah Fika, Sinta melihat istri mantan suaminya. Dunia semakin lama semakin terasa sempit. Kalau misalnya Afika dan Wisnu sudah saling kenal, kenapa anaknya itu tidak pernah sekalipun cerita? Lagi pula bukankah Fika baru saja bertemu dengan Sofyan dan anaknya itu? Sinta mulai berpikir kalau kedua anak Sofyan sudah cukup dewasa dan tidak membesarkan hal-hal seperti itu. Bukan kemungkinan kecil juga kalau mereka sudah mengenal sejak lama.

"Mah," Gumam Fika yang kepalanya masih setengah terpejam. "Aku mau liburan ke Korsel ya, nyusul Papah."

Setelah mencerna perkataan Fika selama beberapa detik, Sinta mendesah. "Berapa lama?"

"Dua minggu doang.'"

"Sama Papah berangkatnya?"

"Sendiri. Soalnya Fika ada janji sama temen Fika."

"Emang berani sendiri?"

"Fika dulu sering bolak-balik ke Bali sendiri kenapa Mamah gak pernah nanyain?"

"Ihh kamu, orang Mamah nanya doang. Kan mastiin emang kamu beneran berani? Ya udah kalo emang pengen banget. Asal cepetan pulang, sama oleh-oleh." Sinta menepuk-nepuk kaki anaknya.

Mendapat izin dari Sinta adalah sesuatu yang paling membahagiakan bagi Fika. Mendengar itu, Fika langsung beranjak dari tidur malasnya, "Seriusan?!"

Sinta mengangguk dan menggaruk tengkuknya.

"ASSAAA!!!" (asyik!!!) Fika mengangkat kedua tangannya ke atas dan ia hampir menjerit saking senangnya sampai-sampai kedua matanya sisa segaris

"Tiketnya?" Tanya Sinta.

"Udah bereeeess."

--

Fantastic Four (4)

Fika: IM SO HAPPY RN I COULDNT IMAG1NE

Anggi: Ngapa lo anjir

Sofi: LO JADIAN SAMA KIKI YA

Fika: BUKAN SOF GILA APA LO YA

Fika: Aku maw ke negri oppa

Fika: Ini nyata gak si

Fika: Ini gue yang terlalu norak dan seneng apa emang se membahagiakan ini ya

Liska: DEMI APAAAAAAAAAAAAAAA?!?!?!?!???!??!

Liska: FIKA DEMI APA GUE PENGEN NANGIS

Sofi: OLEH OLEH!!!!

Anggi: Seriusan Fik?

Anggi: Lo udah kebelet pengen modusin ajusshi2 ya?

Anggi: Ati2 ntr ganteng2 pedo

Fika: For only 2 weeks guyssss

Liska: Berarti lo bener-bener harus manfaatin waktu sebaik-baiknya tuhhh

Liska: Ahelahhhh

Sofi: LDR 2 minggu ya Fik? Wkwkwk

Anggi: OLEH OLEH JGN LUPA YHAAA

Afika masih tidak percaya bahwa dirinya akan terbang ke negara gingseng yang selama ini ia idam-idamkan. Ditambah lagi Sofyan bilang mereka akan menginap di Gangnam. Yang ada di benak Fika sekarang adalah berpuluh-puluh atau bahkan lebih oppa yang akan ada di depan matanya. Lidahnya sudah gatal ingin bicara bahasa yang sebenarnya tidak ia kuasai. Yang ia tahu hanya 'annyonghaseyo', 'gwenchana', 'arasso', 'ne' dan beberapa kata singkat lainnya. Dia mulai membayangkan bagaimana kalau ia bertemu dengan Daehan Minguk dan Manse di pinggir jalan atau di taman kota. Si kembar tiga yang menggemaskan.

Afika menggerakkan tubuhnya kesenangan dengan wajah paling menjijikan sedunia, "Aaaa. Eottokhe eottokhe eottokhe." (Aaaa. Gimana nih, gimana nih, gimana nih.)

Pandangan matanya teralih ketika layar ponselnya menyala.

Fernando Abraham added you as a friend

Fernando Abraham: Fernando Abraham sent you a sticker

Sekejap raut wajah Afika berubah menjadi normal, Afika membuka ruang obrolan dan sekarang ia bisa melihat puchased sticker spiderman yang sedang meloncat dan mengucapkan kata 'Oops!'

Fika: Yaa

Fernando Abraham: Kenal sama Kiki?

Fika: Iya kenal

Fernando Abraham: Salam ya, bilang dari Nando.

Fika: Oke deh

Fernando Abraham: Oh iya. Salam kenal, Afika.

Kontan Afika mengernyit. Dari mana orang asing itu tahu namanya? Padahal dirinya memasang nama tampilan dengan nama panggilan bukan nama asli.

Fika: Kok tau kalo nama gue Afika?

Fernando Abraham: Fernando Abraham sent you a sticker

Sekarang muncul stiker musuh spiderman yang berwarna hijau dengan kata 'Hee..hee..hee..'

Afika tidak mengenal siapa orang itu. Maksudnya untuk pamer stiker atau hanya iseng? Akhirnya dia memutuskan untuk membaca pesan dari Fernando tanpa membalasnya lagi. "Serem banget," gumamnya.

--

Tumpukan baju dan celana sudah ada di dalam koper berwarna biru laut milik Raka. Tidak luput sepatu beludru coklat gelap, jaket kulit tebal berwarna putih, syal dan beannie abu-abu. Karena musim dingin akan hadir dalam waktu dua minggu ke depan di negara gingseng yang bernama Korea itu. Raka duduk di lantai menyusun barang-barangnya ke dalam koper.

"Nih, mie instan." Sofyan melemparkan lima bungkus mie instan dari balik pintu kamar Raka.

"Entar Papah masak kan?"

"Entar kan ada yang masak." Jawab Sofyan singkat yang kemudian langsung pergi ke arah ruang tamu.

Raka mengangkat bahunya tidak terlalu acuh dan kembali membereskan pakaian dalamnya. Sebelumnya Sofyan sudah memberitahu tentang adik tirinya itu. Entahlah, itu tidak terlalu menarik perhatian Raka. Karena mereka sama sekali belum pernah bertemu atau sekedar saling sapa sebelumnya. Kalaupun mereka saling mengenal, apakah akan ada ikatan batin yang bisa menyatukan mereka sampai selekat nadi? Keluarga mereka memang ditakdirkan untuk terpisah, kemungkinan besar bahkan mereka tidak akan bertemu lagi. Maksudnya, hubungan orangtua mereka saja tidak mulus. Bagaimana bisa kakak-beradik yang berbeda ibu itu menumbuhkan rasa kasih sayang? Mungkin ini sulit dijelaskan, tapi setidaknya itulah yang ada dipikiran Raka.

,\}

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com