Guardian
Guardian
...
Aku berjalan di Taman Pastorius sore ini, beberapa bulan setelah terkunci di rumah terkutuk itu. Jujur, kejadian hari itu kadang membuatku paranoid kalau berjalan sendirian, bahkan sampai sekarang. Tapi, yah, aku tidak bisa meminta teman-temanku untuk menemaniku bergalau ria di saat mereka pun banyak urusan.
Seperti hari ini. Aku selalu merasa ada yang mengikutiku nyaris ke manapun aku pergi. Aku jadi selalu berjalan terburu-buru dan tidak menikmati perjalananku. Hal itu yang kadang membuatku mengajak Jacqueline, Abigail, dan Elena serta.
Aku menoleh ke belakang. Tidak ada siapapun yang tampak mengikutiku. Orang-orang kebanyakan berlari mengelilingi taman dan tidak memedulikan urusan orang lain. Namun aku tidak bisa melupakannya dan tidak merasa gelisah, sehingga aku memutuskan untuk bersembunyi sampai orang yang kucurigai mengikutiku datang. Pohon di depan tampak seperti tempat persembunyian yang tepat.
Aku menunggu dan menunggu. Tidak ada orang lewat di depanku. Menanti di sini semakin terasa bodoh, sehingga aku memutuskan untuk keluar saja. Aku beranjak, kembali ke jalan setapak, dan....
"Jika kau ingin bersembunyi, jangan suka bergerak-gerak."
Suara Jackson membuatku terlonjak ke samping. Dia berdiri di sana tanpa merasa bersalah, sementara jantungku mungkin sudah nyaris berhenti berdetak.
"Jackson! Astaga, jangan mengagetkanku."
"Kau sendiri, untuk apa kau bersembunyi begitu?"
"Karena aku merasa seseorang mengikutiku." Aku kembali berjalan, setidaknya lega karena bertemu Jackson di sini. "Tunggu, apa sedari tadi kau yang mengikutiku?"
Jackson tidak lekas membalas, membuatku makin merasa curiga.
"Kau yang mengikutiku selama ini? Mengakulah, Jack. Apa kau tahu bahwa aku selalu merasa paranoid saat ada yang mengikutiku?"
Dia menghela napas. "Baiklah, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menakutimu."
Ah, ternyata selama ini dia. Aku lega dialah yang selama ini mengikutiku. Setidaknya, Jackson tidak akan menyakitiku, meskipun dia sering disebut psikopat karena pisau lipatnya itu.
"Mungkin tidak, tapi kau sukses membuatku gelisah setiap malam, berpikir bahwa hari itu bisa saja terulang lagi." Aku mendesah. "Aku tidak mau hari itu terulang lagi."
"Justru itu. Kau jadi berubah semenjak hari itu. Jika kau tidak diawasi, kurasa kau akan terjun dari jembatan atau menenggelamkan diri di danau."
Aku tersenyum. Aku memang sedikit berubah, tapi aku tidak tahu Jackson menyadarinya. "Mr. O'Neil, aku sungguh terharu."
"Whatever, Madame."
"Hei, sudah kubilang aku benci dipanggil Madame?!" Aku memukul lengan Jackson. "Berhentilah memanggilku seperti itu."
Jackson hanya terdiam melihat tingkahku. Aku memutar bola mataku. Jackson tidak pernah seperti Carlos yang sanggup membuat setiap orang jatuh hati dalam pandangan pertama—oh, jangan tanyakan seperti apa pesonanya. Aku pun menyukainya, meski akhirnya mundur perlahan setelah dia bersama Abigail. Aku bukan orang yang akan mengambil kekasih temanku.
Berkebalikan dengan Carlos, Jackson cenderung dingin serta agak mengerikan karena lebih suka mengamati dan tidak ikut berbicara. Namun sebenarnya, seperti yang baru saja dia lakukan, dia menyayangi semua teman-temannya. Dan dengan caranya sendiri dia menunjukkan hal itu. Meski harus kuakui, caranya kadang membuat jantung setiap orang bekerja dua kali lebih keras.
"Oke, aku tahu maksudmu baik," ujarku, setelah kami berjalan cukup jauh dalam diam, "tapi tolong jangan membuatku mengalami serangan jantung dini. Aku akan menuntutmu jika hal itu benar-benar terjadi."
"Baiklah. Lalu apa yang harus kulakukan?"
"Entah, sesuatu selain mengikutiku nyaris ke manapun aku pergi dan tidak memberitahuku sebelumnya. Kau betulan seperti psikopat jika seperti itu caranya."
"Bukankah itu satu-satunya cara yang kutahu?"
Aku meninjunya lagi. "Dasar psikopat. Sudahlah, mari kita makan saja."
Jackson mengaduh, tapi dalam sekejap dia kembali menyejajarkan langkah. "Kau tidak perlu khawatir. Aku dan sahabat kecilku akan melindungi kalian semua."
Ah, bukankah selalu begitu? Jackson akan selalu dan selamanya menjadi Guardian kami. Dan aku tidak akan takut lagi karenanya.
...
Submitted to a short story contest by stuffedpanda and got reader's choice I guess, anyway ini ceritanya sebenarnya berkaitan dengan cerita Thalia yang judulnya Locked, jadi maaf kalau agak kurang bikin paham hehe.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen4U.Com