| HopeMin | Gwangju và Busan
Mas.…
Tajuk: Pemusnah HatiPenulis: Siti KhadijahPenerbit: KaryaseniISBN: 978-967-469-048-9Harga: RM29.00 (Semenanjung) // RM32.00 (Sabah & Sarawak)Terbitan : April 2017"Ada ke dalam dunia ni orang yang kena culik, boleh jatuh suka pada penculik? Mengarut, kan? Aku dah mula sukakan kau, Qartal." -AISY RAISYA."Jangan pernah berharap yang aku ni baik. Kau tak kenal siapa aku yang sebenarnya. Nanti kau akan menyesal! Kita berdua tak boleh jadi kawan ataupun musuh. Lepas keluar dari hutan ni, kau ikut haluan kau dan aku, ikut haluan aku. Anggap saja kita tak pernah berjumpa!" - QARTAL."Kalau awak perlukan teman untuk ketawa, saya ada. Kalau awak perlukan telinga untuk ceritakan masalah, saya ada. Kalau awak perlukan orang untuk hilangkan kesedihan awak, saya ada! Tak perlulah awak cari orang lain!" - UMAR FARUQ.…
Chuyện kể về hành trình bước lên đỉnh cao của Nam cũng như mối quan hệ bí mật giữa anh và những người phụ nữ xinh đẹp và nổi tiếng khắp thế giới.Mình viết truyện này để thỏa mãn trí tưởng tượng. Truyện được hỗ trợ viết một phần bởi AI.…
Dunia mengenal tempat ini sebagai sebuah titik buta di peta kota. Sebuah gang sempit yang di ujungnya berdiri tegak sebuah bangunan dua lantai dengan dinding yang warnanya sudah tidak bisa didefinisikan lagi-perpaduan antara abu-abu debu, hijau lumut, dan noda sisa banjir tahunan. Di Kost Abah Lifei hiduplah sekumpulan pemuda yang terjebak dalam dilema antara kemiskinan mahasiswa dan keinginan untuk tetap tampil estetis. Ada Ding Chengxin yang mencoba menjaga kewarasan, Ma Jiaqi yang berusaha tetap tenang di tengah badai kekacauan, dan Ao Ziyi, sang arsitek bencana yang selalu memiliki solusi murah untuk masalah yang sebenarnya tidak ada.Lalu ada para penghuni muda, Song Yaxuan, Liu Yaowen, Yan Haoxing, serta trio pelengkap penderitaan Chen Xisu, Chen Xida, dan Song Wenjia. Mereka semua adalah potongan puzzle yang salah tempat, namun dipaksa menyatu oleh nasib (dan biaya sewa yang terjangkau).Di Kost Abah Lifei, hari-hari tidak dihitung dengan jam, melainkan dengan kejadian. Tidak ada hari yang berlalu tanpa teriakan, tidak ada malam yang lewat tanpa rencana gila, dan tidak ada barang yang tidak bisa dijadikan jaminan hutang.…